Kamis, 23 Juni 2011

KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA


KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA

Dalam keadaan normal derajat keasaman (pH) tubuh kita adalah 7,4 (range 7,35 – 7,45).
Bila kurang disebut asidesis
Bila lebih disebut alkalosis
                                Keeimbangan asam basa dalam tubuh ini menyangkut gas CO2 , asam asam non-karbonat dan basa
                Adapun pengaturan keseimbangan derajat keasaman tubuh dilakukan melalui tiga mekanisme yaitu :
  1. System Buffer
  2. Pembuangan gas CO2 melalui paru / pernafasan
  3. Pembuangan ion H+ lewat ginjal
SYSTEM BUFFER
Buffer atau larutan penyangga adalah larutan senyawa kimia yang mampu bertahan pada kadar ion H+ (atau pH) yang tetap, sekalipun ditambah dengan asam atau basa yang kuat.
Buffer yang terutama dalam tubuh kita :
  1. Buffer Bikarbonat
  2. Buffer Protein
  3. Buffer Phosphat
BUFFER BIKARBONAT
Merupaka penyangga paling utama pada cairan extra sellulair dan terdiri ari asam karbonat (H2CO3) dan larutan Bikarbonat (HCO3-).
                Penyangga paling penting karena dapat diatur oleh ginjal dan paru.
                N : 1 – 20 ( pada pH tubuh : 7,4 )
BUFFER PROTEIN
Merupakan penyangga untuk cairan intra sellulair dan paling banyak dalam tubuh.
                Buffer ini juga berpengaruh pada cairan ekstra sellulair karena ion H+,CO2,dan HCO3- dapat bediffasi kedalam sel.
                Hemoglobin merupakan buffer protein yang effektif untuk mengikat CO2.
SYSTEM GINJAL
Buffer ini kerjanya lambat dan kurang effektif.
               
                Buffer ini kerjanya membuang ion H+ dan menyimpan bikarbonat  (mereabsobsi HCO3-) urine,sebaliknya bila darah terlalu alkalis.
                Dalam keadaan normal :
                                                                                 pH darah : 7,35 – 7,45
                                                                                p CO2        : 40 mm Hg
                                                                                HCO3-       : 24 mmol/ltr
ASIDOSIS
Hal ini dapat terjadi karena ganggan pada pernafasan (Respiratory asidosis) atau gangguan metabolisme (metabolic asidosis) :
Respiratory acidosis: biasanya kegagalan pada pembuangan CO2 dari tubuh
Metabolic acidosis: disebabkan karena penumpukan asam .
ALKALOSIS
Hal ini dapat terjadi karena gangguan pada pernafasan (respiratory alkolosis) atau gangguan pada metabolisme (metabolic alkalosis)
                Respiratory alkolosis : disebabkan karena pengeluaran paru yang begitu cepat.
                Metabolic alkalosis : disebabkan karena hilangnya ion H+ dari cairan tubuh atau terjadi penambahan basa pada cairan tubuh.
SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar