Kamis, 23 Juni 2011

PEMERIKSAAN URINE


PEMERIKSAAN URINE

Pemeriksaan pada urine meliputi :
1.      Pemeriksaan Fisik Urine          : Jumlah, PH, warna, bau dan kekeruhan
2.      Pemeriksaan Kimia Urine        : Protein, Glukosa, ketonbodies, bilirubin, urobilin
3.      Pemeriksaan Mikroskopis       : Pemeriksaan sediment Urine
4.      Pemeriksaan bakteriologi        : Kultur, Test kepekaan antibiotic

PEMERIKSAAN FISIK URINE
1.      JUMLAH / VOLUME URINE

Pada keadaan normal volume urine selama 24 jam adalah :600 – 1600 ml.
Dikatakan OLIGAURI bila  volume mencapai 100 – 600 ml / 24 jam
Dikatakan ANURI, bila volume mencapai : kurang atau sama dengan 100 ml / 24 jam. Besarnya volume urine seseorang amat tergantung pada :
·        Intake cairan : makan / minum
·        Kehilangan cairan : keringat
·        Suhu badan
·        Suhu sekitarnya

Penyebab terjadinya oligauri adalah :
I.      FAKTOR RENAL :
1.      Akut tubulair nekkrosis
2.      Akut glomerular nekrosis

II.    FAKTOR NON RENAL :
1.      Penurunan intake cairan
2.      Peningkatan kehilangan cairan

Penyebab terjadinya POLIURI : ( Produksi urine > 2500 ml / 24 jam)
1.        Kronik Renal Diseases
2.        Diabetes Insipidus
3.        Polydipsi
4.        Obat Diuretika

Dalam keadaan normal, volume urin pada siang hari > malamhari.
Volume urinemalam  hari dapat > siang hari keadaan :
1.        Glemerulo Tubulair Diseases yang berat
2.        Gangguan pada absirbsi usus
3.        Adison Diseases

2         DERAJAT KEASAMAN URINE ( PH )

Dalam keadaan normal. PH urine berkisar antara : 4,6 – 8, dengan rata – rata 6,5. Jadi urine berada dalam keadaan sedikit asam pada keadaan NORMAL.
Untuk itu pemeriksaan derajat keasaman urine ini harus dipakai urine yang segar       ( baru ),karena yang telah lama derajat keasamannya akan berubah menjadi alkalis. Pada urine yang telah lama dikeluarkan dari tubuh, maka ammonium yang terkandung didalamnya akan diubah oleh bakteri – bakteri  dalam urine menjadi amoniak yang bersifat alkalis.

Beberapa keadaan yang dapat membuat urine menjadi asam adalah :
·        Acidosis
·        Kelaparan
·        Diarrhe
·        Diabetes Melitus

Beberapa keadaan yang dapat membuat urine menjadi alkalis adalah :
·        Alkalosis
·        Muntah – muntah yang hebat
·        Infeksi saluran kencing ( UTI )

Pemeriksaan derajat keasaman urine ini dapat dilakukan dengan menggunakan :
1.      Kertas
2.      PH meter

3.                BERAT JENIS URINE

Normal : 1,003 – 1,030. Rata-rata :1,020
Berat jenis urine tertinggi terdapat pada urine pertama pagi hari , sedangkan berat jenis terendah terdapat dalam urine yang dihasilkan 1 jam setelah intake cairan yang cukup banyak .
Berat jenis ini memberikan , gambaran tentang fungsi dari tubulus.
ISOSTHENURI : suatu keadaan dimana berat jenis urine seseorang selalu tetap
1,010 sepanjang hari , yaitu sama dengan berat jenis protein Free Plasma .
Keadaan ini terjadi penderita penyakit ginjal yang kronis dan berat
Tehnik pemeriksaan berat jenis urine :
1.      Dengan memakai alat UROMETER atau URINOMETER
2.      Dengan menggunakan metode CARIK CELUP.


4.  WARNA URINE
Normal : urine berwarna kuning muda hingga tua
Perubahan warna urine dapat terjadi karena :
1.      KEADAAN NON PHATOLOGIS :
Biasanya disebabkan oleh makanan / obat obatan :
MERAH      : Wortel , phenolphtalin , Selenium
KUNING     : Karoten , Xantonin
HIJAU         : Acriflavin.
BIRU           : Methylen blue

2.      KEADAAN PHATOLOGIS :
Kuning coklat seperti teh            :Bilirubin
Merah coklat                                 : Urobilin ,Porphyrin
Putih seperti susu                                    : Pus, Fat
Coklat kehitaman                         : Melamin
Merah berkabut coklat                : Darah


5          BAU URINE
Pada urine yang segar / baru biasanya tidak berbau keras / menyengat , tetapi pada urine yang telah lama dikeluarkan dari tubuh ,ureum yang terkandung didalamnya akan diubah menjadi ammoniak oleh bakteri yang ada dalam urine , sehingga menimbulkan bau yang keras / menyengat .

Dalam keadaan phatologis urine dapat berbau
·           MANIS            : biasanya disebabkan oleh adanya acetone, misalnya pada koma diabetic
·           BUSUK            : biasanya disebabkan oleh adanya infeksi , misalnya pada cystitis


6         KEKERUHAN URINE
Dalam keadaan normal , urine yang baru berwarna jernih.
Kekeruhan dapat terjadi oleh karena :
* Phosphat          : Biasanya berwarna putih , dan akan hilang bila ditetesi asam
* Urat Amorph  : Biasanya berwarna kuning coklat dan didapatkan pada urine yang asam , Dan bila dipanaskan akan menghilang
* Nanah / Pus  : Biasanya berwarna putih keruh seperti susu, tetapi bila disaring   akan kembali jernih
   Bila kekeruhan disebabkan oleh kuman ,maka bila disaring urine  akan tetapkeruh.


PEMERIKSAAN KIMIA URINE

1.    PROTEIN
Protein dari proteinuri ( adanya protein dalam urine ) adalah :
I.      Faktor Prc Glomerulus :
                                    Bila didapatkan peningkatankadar protein dengan berat
                                    Molekul  < albumin, misalnya : Hb, Bence Jones protein.
II.    Faktor Glomerulus :
                             Perubahan pada pori Glomerulus.
                             Peningkatkan Permeabelitas protein :
                                               Kebocoran kapiler     àNEPIIROTIK SYNDROME .
Proliferasi  endotel   àGLOMERULONEPHRITIS .
Kerusakan pediele    àIDIOPHATIK NEPHROSIS.
III.                Faktor Tubulus :
                             Gangguan reabsorbsi protein.
                             Gangguan sel.
                                         Gangguan Peredaran darah.
                        
Pada Kelainan ginjal ,hampir selalu disertai proteunuri,tetapi proteunuri tidak selalu disebabkan oleh karena penyakit ginjal.

            Perubahan tekanan darah , enami , bendungan vena, dapat menyebabkan terjadinya proteinuri.

Derajat proteinuri :
Berat : bila proteinuri > 4 gram protein/hari
- Nephrotik Syndrome
- Glomerulo Nephrotik akut dan Kronis
- Lupus Nephritis

Sedang : Bila proteinuri 0,5 – 4gram protein.hari
- Kebanyakan penyakit ginjal
- Nephrosklerosis, Pyelonephritis
- Pre eclampsi

Ringan : bila proteinuri < 0,5gram protein/hari
- Pyelonephritis Kronis
- Polycystik kidney
- Orthostatik proteinuri

2.    GLUKOSA
Dalam keadaan normal, urine mengandung 100 – 200 mg/24 jam bahan reduktor.Termasuk dalam bahan reduktor adalah :
1.      GLUKOSA, GALAKTOSA, FRUKTOSA,PENTOSA,LAKTOSA
2.      ASCORBIC ACID, KREATININ, URIC ADID
3.      Obat – obatan : SALISILAT, AMIDDOPHYLLIN,
CHLORALHIDRAT,PARALDEHID
     Glikusori ( adanya glukosa di dalam urine ) dapat terhadi bila :
   # Jumlah glukosa yang difiltrasi glomerulus > reborsbsi tubulus
   # Reabsorbsi tubulus menurun
Bila terjadi kerusakan pada glomerulus, maka reasorbsi tubulus akan ditingkatkan sehingga tidak terjadi glikusori
Glikusori dapat terhadi pada keadaan :
                                                                        - Diabetes mellitus
                                                                        - Allimentary glikusori ( banyak makan gula )
                                                                        - Renal glikosuri ( pada kehamilan )
                                                                        - Nephrotik syndrome
                                                                        - Trauma pada susunan syaraf pusat ( SSP )
                                                                        - Pemberian glukosa secara iv

Untuk mendeteksi adanya glukosa dalam urine dipakai test FEHLING.
                                                - à Biru
                                                +à Hijau keruh
                                              ++à Hijau kuning
                                           +++à Kuning merah
                                         ++++à Merah bata


3          KETON BODIES
Keton bodies ini terdiri dari : beta hidroksi hetyric acid, acetoacetic acid, dan acetone.
Terdapatnya keton bodies pada urine terhadi pada keadaan :
·     Diabetes mellitus yang tak terkontrol
·     Kelaparan
·     Dehidrasi dan muntah
·     Kerja keras
·     Udara yang dingin
Apabila metabolisme karbohidrat terganggu, maka terhadi pembakaran protein dan lemak sebagai penggantinya. Atom Carbon ( C ) dari protei dan lemak inilah yang akan berubah menjadi keton bodies dan dikeluarkan melalui urine

4                    BILIRUBIN
Bila terdapat bilirubin di dalam urine berarti ini berasal dari peningkatan conyugated bilirubin di dalam darah , hal ini dapat terjadi pada.
# Obstruksi ekstra hepatic
# Hepatitis
# Kerusakan sel hepar



5                    UROBILIN
Berbeda dengan bilirubin diatas , maka dalam keadaan normal pun urobilin terdapat di dalam urine tapi dalam jumlah yang terbatas , yaitu : 4 mg / hari
Setelah urine dikeluarkan dari tubuh kita, beberapa jam kemudian urobilinogen  akan berubah menjadi urobilin oleh adanya cahaya .
Kadarnya di dalam urine akan meningkat pada :
·           Hemolitik sel Darah Merah
·           Parenchym Renal Diseases
·           Obstruksi saluran empedu


PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE (MIKROSKOPIS)

Untuk pemeriksaan sedimen urine ini diperlukan urine yang baru , kemudian dilakukan sentrifungsi dengan kecepatan sekitar 2000 rpm , selama 5 menit . supernatannya dibuang dan disisakan sekitar kurang lebih 1 cm bagian bawahnya .
Ambil kira-kira satu tetes dari bagian endapan tersebut dan diteteskan pada sebuah obyek Glass, kemudian tutup dengan civer glass dan dilanjutkan dengan pembesaran yang lebih besar.
Maksud dilakukan sentrufungsi tersebutr adalah agar sel-sel atau bentukan – bentukan yang ada dalam urine dapat mengendap dan mengumpul dibagian bawah.

Bentukan bentukan yang ada pada sedimen urine biasanya berupa :

1.                  ORGANIS :
·                    Cast / silinder v/ torak : hyalin , epithel , dan darah
·                    Sel Epithel
·                    Sel Lekosit
·                    Yeast
·                    Sperma
·                    Bakteri
·                    Parasit
·                    Fibrin


2.                  ANORGANIS :
·                    Bahan amorph           : K,Na,Ca,Mg.dsb
·                    Kristal                                     : Oksalat , Uric acid.






I.               TORAK /CAST/SILINDER.
Terbentuk nya torak /cast/atau silinder ini berasal dari pengendapan protein atau penggumpalan bahan lain dalam saluran tubulus
Torak ini berbentuk silinder oleh karena terjadinya di dalam lumen tubulus
Torak ini dibagi berdasarkan komposisi dan asal menjadi :
1.      Hyalin cast
2.      Epithel cast
3.      Blood cast

1.     Hyalin cast
Bentuk ini terjadi karena endapan protein di dalam lumen tubulus larutan di dalam air , dan akan lebih mudah larut lagi bila urine bersifat alkalis. Pada urine yang telah lama , ureum yang terkanduing didalamnya akan diubah menjadi amoniak oleh adanya bakteri dalam urine tersebut , sehingga urine menjadi lebih alkalis da hyalin ada akan larut dan tak tampak lagi jadi untuk melihat hyalin ini diperlukan urine yang baru.
Menurut isinya , hyalin ini dapat di bagi lagi menjadi :
·        Simple hyalin cast
Hanya berisikan endapan protein saja
·        Hyaline celluler cast
Berisi sel epithel , eritrosit, dan lekosit dengan batas sel yang masih jelas
·        Hyaline granulair cast
Bila sel-sel yang terkandung didalamnya rusak dan tinggal inti nya saja yang berupa granular cellulair debris.
·        Hyalinew fat cast
Mengandung butiran lemak . Biasanya terjadi pada degenerasi tubuli dengan lemak di dalamnya

2.     Epithel Cast
Bentakan ini tidak mengandung protein didalamnya , tetapi hanya berisikan sel- sel epithel yang lepas .
Semula batas sel epithel itu tampak jelas dan ini disebut : CELLULAIR CAST berikutnya sel itu menjadi rusak dan batas sel menjadi tidak jelas , dan terbentuk granula yang kasar , dan ini disebut : CLOSELY GRANULA AIR CAST.
Berikutnya lagi , granula itu menjadi lebih halus dan disebut : FINELY GRANULA CAST.
Akhirnya granula itu menjadi homogen dan ini disebut : WAXY CAST

3.     Blood Cast
Terdapat dua macam blood cast yaitu :
a.      RBC CAST (Red Blood Cell Cast) : diisi batas antar sel tampak jelas
b.      TRUE BLOOD CAST : diisi batas antar sel tidak tampak jelas , sehingga  tampak homogen dan berwarna merah.
Bentukan ini biasanya terjadi karena adanya keradangan pada glomerulus, yaitu pada keadaan:
·        Glomerulonephritis
·        Periarteritis nodusa
·        Toxic nephrosis
·        Ischemia Syndrome
Blood cast ini terdapat dalam dua macam bentuk yaitu :

·              BROAD CAST : bila bentukan terjadi pada tubulus yang lebar
                                    yaitu sekitar ductus colligenes (RENAL FAILURE
                                    CAST)

·              NARROW CAST : bila bentukan ini terjadi pada tubulus yang
                                       sempit

II.                  SEL DARAH MERAH
Dalam keadaan normal terdapat 2-3 sel darah merah /lpb ( lapangan pandang besar) bila terdapat banyak sel darah merah , maka hal ini disebut sebagai : HAEMATURI. Biasanya hal ini didapat pada :
·              Glomerulonephritits
·              Trauma pada ginjal
·              Carcinoma kandung kencing (Ca Bladder)
·              Infeksi kandung kencing
·              Penyakit kelainan darah
·              Hypertensi

III.                SEL EPITHEL
Pada urine yang masih baru / segar . kita dapat membedakan dari mana epithel tersebut berasal :
·              Bentuk sel epithel kuboid    : biasanya berasal dari kandung seni
·              Bentuk sel epithel silinder   : biasanya berasal dari tubulus
·              Bentuk sel epithel squamos: biasanya berasal dari vagina

IV.               SEL DARAH PUTIH
Dalam keadaan normal biasanya hanya terdapat 4-5 sel darah putih /lpb. Peningkatan sel darah putih ini dapat terjadi pada : infeksi saluran kencing , atau pada pyelonephritis.

V.                 OVAL FAT BODIES
Keberadaannya didalam urine biasanya bersama dengan Fatty Cast dan menunjukkan adanya kelainan pada tubulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar